Kekonyolan Yang Saya Lakukan Dijalan Raya Dengan Motor Matic



Sewaktu saya sedang berada dirumah istri kedua saya yang berada dikota Bekasi tiba-tiba saya dapat kabar dari istri pertama saya yang berada dikota Depok, bahwa saudara dari keluarga saya ada yang meninggal dunia.

Mendengar hal itu sayapun langsung segera bergegas ingin mendatanginnya atau melayatnya. Sayapun segera minta izin ke istri saya, untuk segera pulang ke Depok dan istri sayapun ingit ikut juga Taappii... Masalahnya mobil saya lagi perawatan dibengkel dan baru bisa diambil besok siang atau sore.

Akhirnya karena terlalu mendadak dan mendesak sayapun berkata kepada istri saya lebih baik ia berangkat besok saja kalau mobil sudah selesai dirawat dari bengkel. Seandainnya naik kendaraan umum sayapun merasa risih dan khawatir karena punya anak kecil.

Mau tidak mau istri saya akhirnya mau mengalah, dan saya hari itu ingin berangkat ke Depok menggunakan motor Honda Beat milik istri, meski istri saya merasa heran karena tumben-tumbenan saya mau menggunakan motornya, karena selama saya menikah dengannya hampir jarang saya menggunakan motornya terkecuali untuk sekitaran Bekasi saja.

"Tumben kamu mau naik motor"?

"Ya, karena mendesak biar agak cepat beberapa menit saja, syukur-syukur bisa lebih cepat satu jam". Jawab saya.

Akhirnya istri saya memberikan kunci motor dan stnknya kepada saya. Memang semenjak berhenti dari Club Super Motto alias motor Trail dan beralih ke Sepeda Mtb, hampir jarang saya menggunakan atau tertarik lagi pada sepeda motor.

Bagi saya hobi sepeda motor Trail lebih banyak menguras dompet ketimbang hobi sepeda Mtb, karena kalau terus dipaksa hobi sepeda motor pasti akan dapat efek celakanya, jika hobi sepeda Mtb pastinya efek sehatnya sudah pasti ada.

Setelah meninggalkan rumah dan sudah berada di Jalan sayapun langsung menggeber motor matic tersebut, beruntung jalanan tidak terlalu macet parah jadi untuk selap-selip masih nyaman bagi saya dan jika ada sela kosong panjang saya langsung menggeber kembali motor matic tersebut, meski terkadang harus tetap fokus karena banyak juga motor lainnya yang melakukan hal yang sama.

Singkat cerita saya sampai dikota Depok dan menginap sehari disana, keesokan harinya setelah mendapat kabar dari istri, sayapun bergegas kembali kekota Bekasi untuk menjemputnya dan kembali membawanya ke Kota Depok sesuai dengan janji saya, dan mobilpun sudah selesai dari perawatannya, dan sudah bisa dipakai kembali kata istri saya.

Siang itu dari kota Depok saya bergegas menuju kota Bekasi, Tapi.. Entah kenapa keisengan saya dijalan untuk ngebut kembali kambuh.😆🤣 Dan hari itu lagi-lagi saya menggeber motor matic tersebut, bahkan sewaktu star dijalan utama kota Depok saya sempat kejar-kejaran dengan motor Ninja 250cc, meski saya sudah yakin tak akan mampu menghadapi motor gede tersebut, tetapi saya sempat membuat pengemudi motor itu terbawa emosi.🤣 🤣

Karena sudah terpancing emosi iapun kembali mengejar saya dengan sangat meremehkannya. Karena jalanan sempat padat merayap motor Ninja tersebut hampir lepas kendali, dan dengan terpaksa ia mengerem mendadak, karena pada saat itu saya juga langsung menghindar kekiri karena depan saya sudah penuh mobil dan juga motor.

Dan hal hasil si Motor Ninja itu stuk tak bisa nyalip kemana-mana karena banyak terhalang kendaraan didepannya.

Saya yang berhasil nyalip kekiri, bahkan sempat menaiki trotoar akhirnya kembali mendapat ruang kosong yang cukup panjang. Motorpun kembali saya geber sekencang mungkin hingga si motor Ninja yang perkasa itu tertinggal jauh dari saya.😆🤣

Memasuki jalanan kota Bekasi tepatnya jalan raya Kali Malang kekonyolan kembali saya buat lagi kali ini pesaing saya cukup banyak dari motor matic hingg motor gede, namun sepertinya mereka tidak ada yang terpancing dengan kekonyolan saya. Bahkan mereka selalu memberi ruang kosong kepada saya.

Sampai pada akhirnya ada sebuah motor Mio modifikasi dengan ban cacing yang mau menerima kekonyolan saya, sewaktu saya menggeber motor semakin kencang sang Mio itu segera menyalip saya dari kanan dengan perasaan bangga akan menang.

Akhirnya ia masuk perangkap saya, biasanya motor kondisi dengan ban cacing jika dipaksa terus melaju kencang akan berpotensi menguras bensin, terlebih jalanan ramai lancar atau padat merayap bisa membuat motor modifikasi oleng tidak stabil, apa lagi jika pada jalur cepat.

Kejar-kejaran masih terus terjadi, dan saya tahu mesin saya kalah kencang sama motor Mio modifikasi tersebut, tetapi karena saya terus memepetnya dijalur kanan tanpa memberi ia minggir kekeri. Konsentrasinya mulai buyar dan panik. Motorpun mulai terlihat oleng, sampai pada akhirnya Mio modifikasi itupun mati mesin.

Kejadian itu membuat kendaraan dibelakangnya ngerem mendadak dan memberi peringatan dengan klakson yang sangat panjang dan berisik. Saya yang merasa berada diatas angin segera menepi kekiri dan mencari ruang kosong untuk dapat kembali menggeber motor saya.

Setelah mendapat ruang kosong sayapun kembali ngebut meninggal sang Mio modifikasi yang nampak panik dari jalur cepat menepi kepinggir. Dengan cara mendorongnya, Saya yang sudah jauh meninggalkannya nampak tertawa puas sendirian.

Karena menurut saya ternyata masih banyak orang yang hobi balap motor tapi masih punya pemikiran dungu. Baik motor matic dan juga motor gede. Telebih jika sudah terpancing emosinya.🤣 🤣

Jujur saya pribadi juga kurang suka kebut-kebutan dengan motor matic meski enteng seperti sepeda akan tetapi akselerasinya tetap beda dengan motor Trail atau motor Rx king dan Ninja. Dan kekonyolan yang saya lakukan mungkin tidak akan saya lalukan kembali, terlebih jika istri saya tahu pasti ia akan marah besar.

Akhirnya setelah mengecek kondisi motor dan kembali mengisi bensin full sayapun segera kembali kerumah tanpa pernah akan cerita tentang kekonyolan yang saya buat meski semua itu terkesan lucu bagi saya.

Nah, anda punya cerita lucu atau hal menarik soal kebut-kebutan dengan motor matic? Jika mau koment dibawah ya.😁👇





~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu