Dias~Satria
Coretan Satria
Embun pagi masih menempel di ujung-ujung daun pinus ketika Satria menuntun sepeda Mountain Bike (MTB) Downhill miliknya keluar dari garasi. Udara dingin pegunungan Puncak Bogor meresap ke balik jaket windbreakernya, memberi s…
Malam itu, hujan deras mengguyur kawasan Sudirman. Lampu-lampu kota Jakarta tampak buram di balik kaca depan Kijang Inova Reborn hitam milik Satria. Wiper bergerak menyapu air hujan yang terus berjatuhan, menciptakan ritme m…
Di sebuah Butik milik nyonya Andini di sudut jalan raya yang agak sunyi, ada sebuah gaun pengantin putih yang tergantung di rak paling dalam. Gaun itu memiliki renda halus yang mengalir seperti air dan bordir mutiara yan…
Angin dibulan Desember berhembus lembut menyejukkan Stasiun kereta Kota Jember, terasa dingin dan getir, sama seperti perasaan yang mendekap hati Adinda. Ia berdiri di peron tiga, memperhatikan kereta kelas ekonomi yang bar…
Angin malam di tepi Danau Kaca bertiup lembut, membawa aroma tanah basah dan bunga sedap malam yang samar. Di sana, di bangku kayu yang usang, duduklah Herman. Pandangannya kosong, menatap pantulan bulan yang retak-retak di …

Medsos Gue