Wanita Terhebat & Mandiri Dalam Keluarga



Setiap orang punya kriteria masing-masing dalam menilai atau menjuluki wanita terhebat dan mandiri dalam keluarganya, ada yang memilih ibu, atau istri bisa juga adik perempuan, bahkan kakak perempuan.

Wanita hebat dan mandiri adalah yang menggambarkan sosok perempuan yang memiliki ketahanan mental tinggi, mampu berdiri di atas kakinya sendiri, dan memberi dampak positif bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

Nah, secara pribadi kalau saya ditanya siapa wanita terhebat dan mandiri dalam keluarga pastinya akan menjawab istri pertamalah wanita terhebat dalam hidup saya.

Berarti istri yang kedua berbeda dengan yang pertama, lalu kenapa harus menikah lagi kalau begitu??

Justru karena istri pertamalah saya bisa menikah lagi, singkat ceritanya seperti dibawah ini.👇

Dahulu kala istri pertama saya yang bernama Vina tahu, saya akan menikah lagi ia nampak marah besar dan teramat kesal, apapun alasannya ia tetap tidak terima dengan apa yang telah saya putuskan.

Atas kejadian tersebut pertengkaran-pertengkaran sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga saya kala itu, dan kata cerai selalu sering terdengar dari bibirnya. Namun apapun yang terjadi saya tak pernah akan mau menceraikan istri saya, karena menurut saya pada saat itu menikah lagi bukan karena sudah bosan dengan istri pertama, dan ingin punya yang baru dengan aura dan suasana yang berbeda.

Karena kehidupan yang saya arungi dalam membina rumah tangga bersama Vina, tak pernah ada masalah yang fatal, dan rasa cinta saya yang begitu besar terhadapnya pun tidak pernah berubah hingga saat ini.

Namun pada kenyataannya pertengkaran tetap saja sering terjadi, bahkan kami sempat pisah ranjang selama satu bulan jika istriku tidur dikamar, saya tidur diruang tengah, dan sebaliknya. Namun meskipun demikian saya tetap berusaha menegur dan selalu mengajaknya bicara secara baik-baik meski terkadang saya hanya dapat balasan sepatah dan dua kata darinya.

Hingga pada suatu malam saat saya hendak tidur menuju ruang tengah saya berpapasan dengan istri saya, meski ia tak ingin menyapa saya tetap saya, selalu menyapanya lebih dulu.. "Sayang kamu sudah makan".. Namun istri saya hanya mengangguk saja.

Sepuluh menit berlalu saat saya hendak merebahkan tubuh disofa tiba-tiba istri saya membuka pintu kamarnya sambil berkata kepada saya.."Aku mau bicara sama kamu". Mendengar itu sayapun bergegas menuju kamar, sampai akhirnya kami berdua duduk ditempat tidur dan saling pandang.

"Kamu jadikan menikahi Dellia" Tanya nya dengan penuh kepastian.

Meski agak malu sayapun mencoba menjawab serta meyakinkannya.."Yaa, mungkin bulan depan karena aku juga butuh kesiapan yang lebih, terlebih ibuku tidak mau memberi restu, tapi aku sudah punya solusinya kok". Jawab saya agak sedikit tegang.

"Kenapa nggak dipercepat, aku setuju, dan merestui kamu, dan kalau masalah ibumu nggak perlu khawatir kamu laki-laki, mudah kok mencari pengganti orang tua".. Seru istriku Vina.

"Betul itu, cuma aku ingin ada jeda waktu agar lebih banyak, terima kasih yaa kamu sudah mau ngertiin perasaan aku" Balas saya.

"Ok, sekarang tolong dengarkan aku, dan jangan potong omonganku sampai selesai".. Seru Vina.

Tak lama berselang sebelum berkata lebih banyak, istriku Vina meminta maaf sambil memeluk saya, sayapun membalas pelukan tersebut sambil membelai-belai rambutnya, Vinapun mulai berkata, adanya wanita kedua semuanya karena ulahnya sendiri, meski memang semua itu terjadi tanpa sengaja namun sebenarnya ia sudah terlalu egois, tanpa pernah berpikir panjang lagi.

Dan yang lebih parahnya wanita kedua itu sangat bebas berada dalam ruang lingkup keluarga antara Saya dan Vina, bahkan Vinalah yang terkadang selalu memberi ia kesempatan serta kebebasan untuk tinggal didalam kamar pribadinya, yang memang dimana kamar tersebut juga kamar kami berdua. Vinapun mengakhiri omongannya sambil kembali memita maaf kepada saya kembali.

Sambil terus membelai rambutnya yang harum semerbak sayapun kembali berkarta. "Kamu tidak salah kok, jadi tak perlu minta maaf, seharusnya aku sebagai kepala rumah tangga yang peka terhadap kejadian ini sejak awal".. Balas saya berusaha menenangkan Vina yang mulai berlinang air matanya.

Vinapun menyandarkan kepalanya didada saya sambil mempererat pelukanny dan akhirnya kembali berkata.. "Ok kalau begitu kita saling memaaafkan yaa, dan malam ini kamu bisa tidur bersamaku lagi, dan aku juga minta tolong kepada kamu, aku harap ini pernikahan yang terakhir kalinya, jadi cukup aku dan Dellia yang jadi milik kamu." Balasnya dengan perasaan haru.

Sayapun tersenyum sambil membisikan kata. "Ok aku janji, dan Kamu jangan marah lagi ya sama aku, aku juga nggak mau kehilangan kamu, apapun yang terjadi tak pernah ada yang berubah pada hatiku untuk mencintai kamu, dan aku tetap disini dirumah ini bersamamu".

Akhirnya sesuai dengan tanggal yang telah saya tentukan pernikahan saya dan Dellia berjalan lancar, dan yang bikin saya bahagia pada saat itu Vina istri pertama saya ikut mendukung saya meski tidak full sampai acara selesai.

Namun setelah saya menikahi Dellia hampir tiga bulan telah berlalu ada sesuatu yang membuat saya kaget dan sempat bertanya-tanya dalam hati saya sendiri. Vina menjual semua toko yang ada dikota Bogor dengan alasan krisis penjualan dan ingin pindah lokasi meski masih dalam satu kota.

Awalnya saya sempat curiga dan berpikir lain tentang apa yang telah Vina lakukan terhadap semua toko yang pernah saya bangun bersama dengannya, namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya paham dan mengerti, ternyata ia cuma merubah toko jadi sebuah rumah kontrakan dan kost- kost,an, sisanya tiga buah toko yang ia bangun lagi juga khusus untuk dikontrakan.

Semua toko saya memang habis dijual oleh Vina istri saya, akan tetapi kini saya dan Vina punya Rumah Kontrakan serta Kost-kost,an dan 3 buah toko yang khusus untuk dikontrakan pula. Jika punya banyak toko perlu diurus dengan telaten, akan tetapi punya rumah kontrakan kami hanya ucang-ucang kaki saja tinggal menunggu uang masuk tiap bulan dan tahunnya, tanpa perlu repot bekerja dan berpikir.

Beruntung saya memiliki istri seperti Vina, dan menurut Vina punya usaha Toko banyak memang menarik tetapi kalau sering adanya Stagnan, lebih baik lakukan perubahan yang lebih menguntungkan selagi belum terlambat. Sampai akhirnya saya memutuskan wanita mandiri dan terhebat dalam keluarga adalah Istri saya Vina, berkat dirinya sesuatu jadi berubah dan lebih menguntungkan.🙏🙏👏





~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu